Wellington,NZ

Pada tanggal 18 September 2016 Singapore Airline meluncurkan rute penerbangan terbarunya menuju Wellington, New Zealand via Canberra. 

Di awal Oktober 2016, bekerja sama dengan perusahaan penerbangan Singapore Airline (SQ) Indonesia saya bersama kedua teman saya, Ading dan Christina diundang oleh SQ Indonesia untuk mengexperience perjalanan ke Wellington, New Zealand ini. 

 

Berangkat dengan pesawat boing 777-200/200Er dan duduk di business class serta menikmati premium service dari SQ perjalanan menuju Wellington terasa sangat menyenangkan. Menempuh waktu sekitar 12 jam dari Jakarta hingga Wellington dengan perbedaan waktu 6 jam lebih dulu disana, akhirnya saya tiba di Wellington.

Setibanya disana, kami di jamu oleh tuan rumah dari New Zealand tourism yang dikenal dengan nama Pure New Zealand. 
Tiba disore hari sekitar pukul 4 kami langsung dibawa menuju Sofitel hotel berbintang 5 di daerah Bolton Street yang menjadi tempat tinggal kami selama di Wellington. Santap malam yang lezat menjadi agenda terakhir di hari pertama ini sehingga kami bisa beristirahat dan siap menjelajahi Wellington keesokan harinya.
  • Hari kedua

    Saatnya kami menikmati indahnya kota Wellington keesokan harinya, bulan Oktober adalah waktunya musim semi di New Zealand dan walaupun langit biru dan cerah, ibu kota New Zealand yang terletak di ujung selatan North Island (Pulau Utara), di antara bukit dan lembah ini terkenal dengan anginnya yang kencang, sehingga jangan lupa untuk membawa jaket penahan angin dan jas hujan jika kalian berencana mengunjungi kota berangin ini.

  • Cable Car

    Dimulai dengan berjalan kaki ke pusat kota dan menaiki Cable Car dari kawasan bisnis Lambton Quay yang telah beroperasi selama 110tahun, hanya satu menit dan kita dapat menikmati pemandangan dramatis Cityscape Wellington dari atas bukit.

  • Botanic Garden

    Dari situ kita dapat langsung melarikan diri dari ramainya pusat kota ke Botanic Gardens, yang memiliki luas 25 hektar dengan susunan lanskap yang unik dan merupakan kediaman bagi beberapa pohon eksotik tertua di Selandia Baru, hamparan bunga penuh warna, kolam mungil lengkap dengan bebek-bebeknya serta pemandangan kota dan pelabuhan yang memukau. Sulit dipercaya kalau pesona tersembunyi ini tidak jauh dari pusat kota.

  • Waterfront

    Selanjutnya kita menuju ke Wellington Waterfront. Berjalan kaki di tepian Wellington, waterfront merupakan tujuan populer bagi penduduk setempat maupun turis. Menjadi tempat berbagai kegiatan seperti olahraga lari, berenang, panjat tebing dan masih banyak lagi, juga sebagai pelabuhan bagi kapal pesiar dan pastinya pantai.

  • Museum Te Papa Tongarewa

    Setelah beristirahat sejenak dan menikmati makan siang di Loretta, Cuba Street tur hari ini dilanjutkan menuju Museum Te Papa Tongarewa, disana kita bisa melihat banyak pameran yang berbeda dengan koleksi koleksinya yang unik, termasuk mempelajari berbagai budaya Maori. Namun yang menarik perhatian saya adalah Anzac War figures yang dibuat dengan teliti dan sangat menyerupai aslinya, benar-benar luar biasa.

  • WOW

    Di malam hari kami menghadiri sebuah event yang di tunggu-tunggu tiap tahunnya 'Wearable Art' yang dikenal sebagai WOW®, adalah kompetisi desain internasional yang terkenal yang menarik ratusan peserta dari seluruh dunia.

    Menggunakan tubuh manusia sebagai kanvas dengan menciptakan karya seni dpt dipakai untuk dipamerkan di Awards Show ini.
    Pertunjukan ini sangat menarik,sayang sekali kita tidak diijinkan untuk mengambil foto maupun video.

Greytown village

Di hari ketiga, kami mengunjungi Greytown village, hanya menempuh waktu 1 jam dengan mengendarai mobil dari kota Wellington.
Kota kecil yang menarik ini memiliki contoh yang sangat baik bagi arsitektur Kolonial Victoria, bangunan-bangunan yang terbuat dari kayu bergaya Kolonial Victoria ini mempercantik  sepanjang jalan utama Greytown.
 
Disini kita dapat menemukan berbagai pilihan untuk berbelanja dari butik desainer dan toko-toko lokal unik, keperluan rumah tangga, perhiasan, barang antik dan seni seperti keramik hingga pabrik coklat.
 
Toko-toko kecil yang dikelola pribadi oleh pemiliknya disini memiliki kualitas tinggi dan khas, tidak kalah dengan pusat perbelanjaan besar saat ini.
 
Selain terkenal untuk berbelanja, Greytown juga terkenal dengan restoran, kafe hingga kedai kopinya, mereka memproduksi sendiri anggur dan menanam bahan-bahan makanan yang bisa ditemukan pada menu restoran di Wellington. 
  • Martinborough

    Setelah menyantap makan siang disalah satu resto yang cukup terkenal di Greytown kita melanjutkan perjalanan menuju Martinborough, sekitar 15 menit dari Greytown, wilayah ini juga dikemas dengan pesona kolonial, memiliki alun-alun ditengah kotanya dan banyak perkebunan anggur disekelilingnya.
    Tentu saja kita sempat mampir kesalah satu perkebunan anggur disana dan mencicipi anggur lokal yang diproduksi oleh mereka.

  • Mt Victoria Lookout

    Kembali ke pusat kota pada sore hari untuk relax sebentar kemudian kami menuju puncak Mount Victory untuk menyaksikan keindahan 360-derajat panorama Wellington pada saat matahari terbenam.

Kuliner

Wellington tersohor akan cita rasanya yang bagus. Buat pencinta kuliner, Wellington mungkin bisa menjadi pilihan. Pusat kuliner di Wellington terletak disekitar Courtenay Place dan Cuba Street, semuanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki, bermacam jenis makanan bisa kita temukan, dari western, chinese, jepang, peranakan hingga mexican. Atau mungkin hanya ingin duduk santai sambil minum kopi, koktail, nongkrong di kafe semuanya ada disini.

  • Lords of the Rings

    Di hari keempat, kami dijemput dari hotel untuk sehari penuh mengikuti Lord of the Rings Tour, yang dipandu oleh Rover Tours.
    Kami diajak mengunjungi lokasi-lokasi dimana film Lords of the Rings dibuat 17tahun yang lalu.
    Menjelajahi lokasi di Gunung Victoria dan menjelajahi Hutt Loire. Mengunjungi Sungai Hutt (Great River Anduin) dan Harcourt Park (Gardens of Isengard yang di mana para Orc menebang pohon-pohon). Dan akhirnya kami mengunjungi Kaitoke Regional Park yang merupakan pengaturan untuk Rivendell. Lokasi ini memang sudah ada di hutan hujan Selandia Baru selama ribuan tahun. Terakhir adalah melihat Weta Workshop yang terkenal dan Weta Gua Museum.

    Saya sarankan jika kalian ingin mengikuti tour lords of the rings ini untuk menonton filmnya sekali lagi terlebih dahulu, karena memang cukup menarik untuk dilihat.

  • Fernside Garden

    Ditengah serunya cerita Lords of the Rings, kita diajak mampir ke sebuah taman pribadi bernama Fernside Garden. Tempat ini milik pribadi sehingga kita tidak bisa sembarangan masuk, hanya dengan janji yang sudah di atur oleh pihak tur sehingga kita dapat ijin masuk.

    Taman yang cukup luas dengan pohon-pohon rindang dan bunga-bunga yang bermekaran tepat dimusim semi ini membuat saya serasa berada di negri dongeng, terdapat danau kecil ditengah tengah taman dengan jembatan kayu putih yang menghubungkan sisi lain taman ini.

  • Seal Coast Safari

    Hari berikutnya jadwal tur kita berhubungan dengan satwa liar di Wellington, Seal Coast Safari Bergabung dengan tur segel dari Wellington dan bersafari menikmati keindahan sepanjang pantai selatan Wellington yang umumnya tidak terbuka untuk umum.

    Tur ini mengajak kita ke tempat-tempat yang biasanya banyak disinggahi oleh segel/anjing laut, pengalaman yang luar biasa dan tidak bisa dilewatkan dapat melihat satwa liar ini dari jarak dekat.

  • Zealandia

    Setelah melihat segel di kehidupan alam selanjutnya kami menuju ke Zealandia.
    Hanya beberapa menit dari pusat kota Wellington, namun dunia yang terpisah. Terletak di sekitar waduk yang indah, ZEALANDIA adalah rumah bagi beberapa Selandia Baru satwa liar yang paling langka dan luar biasa - semua satwa berkembang di lembah ini dan terlindungi.

  • Point Halswell Lighthouse

    Cuaca yang cukup bagus pada hari itu, sehingga kami pun tidak ingin menyia-nyiakan moment itu, kami diajak menuju Point Halswell lighthouse untuk melihat indahnya sunset disana dan tentu saja mengabadikannya ke dalam kamera kami.

Zest Food Tour

Hari keenam adalah hari terakhir untuk kami di Wellington, akan tetapi kita masih memiliki banyak waktu hingga jadwal penerbangan kita kembali ke Jakarta.
 
Pagi itu diisi dengan food tour/ tur makanan di kota Wellington yang di pandu oleh Zest Food Tour.
Mengawali tur kuliner, layaknya ritual di pagi hari, kita diajak minum kopi yang terkenal di Wellington, Mojo Coffee, kopi yang mereka sajikan sangat luar biasa. 
Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi toko eskrim, Gellisimo Galletaria, kita boleh mencicipi semua rasa eskrim yang ada disini.
Berjalan sedikit, kita menuju Moore Wilson's market, merupakan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dan produk makanan yang bermutu tinggi, disini kami disajikan macam-macam keju, juice, jam, roti untuk dicoba.
Wah rasanya sudah mulai kenyang...
Namun tur ini belum selesai, satu lagi tempat yang harus kita kunjungi, yaitu pabrik coklat di daerah Hannah's Lane Way, yah mencicipi berbagai macam coklat disini, seperti nya saya harus melewati jadwal makan siang.
Acara terakhir sebelum kita menuju airport adalah berbelanja di sekitar Cuba Street, buat pencinta shopping, Wellington merupakan salah satu tujuan shopping yang tepat, berbagai jenis brand dapat ditemukan disini dan letaknya tidak berjauhan, sangat mudah ditelusuri dengan berjalan kali. Jika sudah puas belanja kafe dan resto pun banyak yang dapat dipilih.
 
Akhirnya tiba waktu nya kami meninggalkan Wellington, bersama Singapore Airline kami kembali ke Jakarta. Terima kasih banyak kepada SQ Indonesia dan Pure NewZealand untuk perjalanan yang berkesan dan menyenangkan ini.