Dubai

Di penghujung tahun 2016 saya mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Dubai Tourism (@visit.dubai), pada tanggal 26 Desember 2016 dengan menggunakan Emirates Airline saya berangkat menuju Dubai, perjalanan dari Jakarta langsung ke Dubai memerlukan waktu sekitar 8 jam setengah. Dengan perbedaan waktu 3 jam di belakang, sekitar pukul 1 siang saya pun tiba di Dubai International Airport dan langsung menuju hotel.

The Address Dubai Mall

Senang sekali karena saya mendapat akomodasi menginap selama 5hari 4malam di The Address Dubai Mall, hotel ini memiliki akses langsung ke mall terbesar di dunia dan bersebelahan dengan menara ikonik tertinggi di Dubai yaitu Burj Khalifa. 
Walaupun lelah karena perjalanan panjang, saya tetap bersemangat untuk melihat sedikit bagian dari mall terbesar ini, yang katanya memiliki Aquarium terbesar didunia juga water fountain/ air mancur yang tidak kalah 'keren' dengan air mancur Bellagio di Las Vegas. 
Memang benar-benar memukau, tidak heran semua pengunjung rela berdesak-desakan dan mengantri untuk melihat pertunjukan air mancur yang berlatar belakang Burj Khalifa.
Pertunjukan berlangsung pada pukul 1:00 dan jam 1:30 serta setiap 30 menit 6:00-22:00 pada hari kerja, dan 18:00-23:00 pada akhir pekan (akhir pekan menjadi Kamis, Jumat, dan Sabtu). akhir pekan (Kamis, Jumat, dan Sabtu).

Heli Dubai

Keesokan hari acara pun dimulai dengan HeliDubai, tour helikopter selama 20menit untuk melihat Dubai dari atas langit, seru banget pastinya. Dubai melakukan reklamasi untuk membuat 3 buah pulau buatan dengan tujuan sebagai destinasi wisata. 
Yah negara makmur dan kaya dari lahan minyak ini, sedang giat-giatnya menarik wisatawan untuk datang ke Dubai.

Safari Desert

Sore hari saya di jemput oleh tour guide dari Platinum Heritage untuk mencoba petualang bersafari di Gurun, disini saya diajak untuk mengenal budaya dan tradisi Bedouin Heritage yang menjadi pengalaman baru dan menarik untuk saya, dari mencoba berbagai jenis makanan dan minuman tradisional, menonton tari-tarian, juga diperkenalkan dengan budaya yang sebenernya sudah tidak asing untuk saya, salah satunya adalah seni menggambar ditangan dengan hena khusus perempuan,  juga menghisap tembakau ala timur tengah yang disebut dengan shisha.
 
Malam itu saya tidak kembali ke hotel, untuk melengkapi petualang saya di gurun, saya bermalam disana, tenda sudah dipersiapkan dengan ranjang yang empuk di dalamnya, udara pun mulai dingin, jadi jangan lupa untuk bawa jaket yah kalau berencana bermalam di gurun, karena pada siang hari di gurun memang sangat panas namun malam harinya sangat dingin.

Hot Air Balloon

Sebelum matahari terbit saya sudah bersiap-siap karena akan diantar untuk naik balon udara.
Total pagi itu ada 4 balon yang akan terbang, satu balon bisa memuat 20-25 orang, jadi balon nya cukup besar yah dan cuaca nya juga pas, tidak berangin dan tidak terlalu berkabut.
Berdurasi sekitar 45 menit dari atas balon saya bisa melihat indahnya matahari terbit dan hamparan gurun Dubai yang bewarna keemasan di pagi itu. Satu lagi yang menarik, di atas balon kita bisa melihat Falkon Show yaitu burung elang yang sudah terlatih, mereka tidak akan terbang jauh ketika dilepas. 

 

Nikki Beach Club

Setelah selesai acara dipagi itu, kemudian saya diantar kembali ke hotel dan mendapat kesempatan untuk bee santai di sore hari, di salah satu klub pantai yang terkenal di Dubai. Nikki beach Club Dubai, merupakan tempat 'hang out' ditepi pantai Jumeira, dengan dekor nya yang serba putih dan pilihan menu makanan yang unik dan lezat, sore itu saya habiskan sambil menikmati sushi platter sambil melihat matahari terbenam.

Burj Khalifa

Di hari keempat, jadwal saya adalah naik ke atas menara Khalifa (Burj Khalifa) yang merupakan menara tertinggi didunia memiliki 148lantai, Saya sempat bertanya pada tour guide saya berapa harga tiket masuknya, per orang untuk jalur khusus seharga 500 dirham jadi sekitar 1,8 juta rupiah. 
Melihat Dubai dari atas menara Khalifa adalah keharusan apalagi jika itu kunjungan pertama kali kita ke Dubai. 
Dengan menggunakan lift yang terhitung cepat, kurang lebih 5menit dari lantai dasar perhentian pertama di lantai 125, dari sini kita bisa melihat Dubai dari balik kaca. Lanjut ke lantai 148, kita boleh menghabiskan waktu selama mungkin dan menikmati pemandangan kota dari dek tertinggi di dunia , terletak pada ketinggian 555 meter. Dari atas, Dubai skyline tampak luar biasa dan merupakan pemandangan harus dilihat. 

Miracle Garden

Dari Burj Khalifa, saya langsung menuju Miracle Garden, Bukan hanya gedung tertinggi di dunia yang dimiliki Dubai tetapi juga taman bunga terluas dan terindah dengan 45juta bunga yang cantik dan menarik. Taman bunga ini dikenal dengan nama Miracle Garden.
 
Bunga-bunga ini dibentuk menyerupai lengkungan hati, bangunan istana bahkan binatang. 
Buka dari bulan Oktober hingga April saja, di musim panas taman ini tutup karena suhu udara yang tinggi, rata-rata diatas 40 derajat celsius.
 
Malam ini saya mendapat reservasi untuk makan malam di Burj Al Arab, salah satu hotel termahal di dunia. Untuk bisa masuk dan melihat hotel ini kita harus memiliki  reservasi atau sebagi tamu hotel, jika tidak, tidak mungkin kita bisa masuk ke dalam. 

Al Mahara Restaurant

Restoran Al Mahara, menyajikan hidangan laut terbaik di Dubai dengan chef yang memiliki 2 bintang Michelin. Letaknya di lantai dasar Burj Al Arab dan memiliki dinding berupa aquarium di sepanjang restaurant sehingga rasanya kita berada di bawah laut.
Sungguh semua ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Global Village

Hari ke lima, adalah hari bebas saya, hari ini saya gunakan untuk berwindow shopping di mall dan membeli oleh-oleh. Di mall Dubai ini segala macam toko dan brand bisa ditemukan dan untuk belanja branded tidak ada tax refund, karena negara kaya ini tidak mengenakan tax pada penduduknya. 
 
Sore harinya atas rekomendasi concierge saya mengunjungi Global Village.
Global Village di Dubai, diklaim terbesar proyek pariwisata, rekreasi dan hiburan dunia. Merupakan tempat pertama budaya, hiburan, keluarga dan tujuan belanja. Buka dari bulan September hingga akhir April, beruntung sekali yah saya datang di bulan Desember ini sehingga bisa melihat Global Village ini.
 
Dinamakan Global Village, karena berbagai macam negara memiliki kios-kios untuk berjualan produk  khas negara massing-masing. Yang membuat uniknya lagi ditempat ini adalah tiap negara di desain sesuai dengan bentuk dan ciri khas negaranya.
 
Kunjungan ke Global Village mengakhiri liburan saya di Dubai, senang rasanya bisa menambah pengalaman dan bekerjasama dengan @visit.dubai

Thailand di Global Village

Winter di Dubai dimulai dari bulan Oktober hingga April, menurut saya adalah waktu terbaik untuk datang ke Dubai, cuaca nya sekitar 25 derajat celsius. 
Jadi buat kalian yang tertarik datang ke Dubai, gak usah kuatir cuaca ataupun bahasa karena bahasa pertama yang mereka gunakan adalah bahasa inggris. 
 
Semoga tulisan saya bisa menjadi panduan dan bermanfaat bagi kalian yang ingin mengunjungi Dubai, terima kasih.