Belanda

Siapa yang tidak kenal negara Belanda, yah sebagai orang Indonesia kita pasti tahu kalau Belanda pernah menjadikan Indonesia sebagai koloninya. Kalian juga pasti tahu kan kalau Belanda terkenal dengan keindahan bunga tulipnya di saat musim semi.

Saya berangkat dari Jakarta menuju Amsterdam dengan pesawat, kurang lebih 15jam (tanpa transit) dan mendarat di bandara udara Schiphol, Amsterdam, dari bandara kita bisa langsung menyambung tujuan perjalanan dengan kereta atau bus. Saya pun langsung menuju Amsterdam Centrum/Central, pusat kota Amsterdam yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, dengan menggunakan kereta sekitar 15-20menit, seharga €5 per orang.

 

 

Kuekenhof Garden

Memilih berkunjung diakhir bulan April ke Belanda, karena saya tidak ingin ketinggalan menyaksikan keindahan kebun tulip Kuekenhof yang namanya sudah mendunia itu. Kuekenhof hanya buka 2 bulan dalam satu tahun, yakni di saat musim semi saja, yaitu pada pertengahan Maret hingga pertengahan Mei. 
 
Untuk menuju ke Kuekenhof sangat mudah, saya memilih rute melalui bandara Schiphol, hanya berjarak 30menit dari bandara, menggunakan bus dan kita dapat langsung membeli tiket masuk di gerai Kuekenhof yang ada di bandara. Seharga €24 sudah termasuk tiket bus (pergi/pulang) dan tiket masuk.
 
Kuekenhof didominasi oleh lebih dari 7000 tangkai tulip dan macam-macam bunga lainnya seperti daffodils, hyacinths hingga cherry blossom, kebun seluas 32 hektar ini sangat cantik dan patut untuk dikunjungi. 
Namun jika kalian tidak sempat berkunjung di saat musim semi jangan khawatir karena masih banyak tempat-tempat yang indah dan menarik untuk dilihat di negri kincir angin ini.
 
Sering disebut juga sebagai negri kincir angin. Belanda yang terletak dibawah permukaan laut dengan dataran rata ini sejak dulu memiliki iklim berangin sehingga mereka banyak membangun kincir dan memanfaatkannya guna membantu keperluan industri.

Kinderdijk

Kinderdijk

Untuk melihat kincir angin, saya pun berkunjung ke Kinderdijk, disini terdapat 19 buah kincir yang sudah ada sejak tahun 1600an dan kini telah dilindungi oleh UNESCO, terletak di sebelah timur Rotterdam. Untuk menuju Kinderdijk, saya harus naik kereta terlebih dahulu ke Rotterdam, kemudian melanjutkan dengan tram no 7 (platformB) dan turun di pemberhentian terakhir Willemsplein, kemudian dilanjutkan dengan water bus, nah untuk jadwal water bus setiap harinya berbeda dan dapat ditanyakan di bagian turis informasi, yang pasti jadwal water bus ini ada setiap 2jam hingga sore hari, jadi saran saya jika ingin berkunjung ke Kinderdijk lebih baik di mulai pada pagi hari.

Amsterdam

Saya memilih tinggal di Amsterdam ketika berada di Belanda karena selain banyak sekali toko-toko dan shopping mall yang tersebar di pusat kota ini, besar keinginan saya untuk bisa memfoto kanal-kanalnya yang terkenal itu. Riga kanal yang paling sering difoto di Amsterdam adalah Prinsengracht, Keizersgracht dan Herengracht, harus sabar yah kalau kalian ingin mengambil foto kanal-kanal, karena cukup panjang dan jauh, saya sendiri perlu dua hari untuk mengeksplore kanal-kanal tersebut.

Red Light District

Red Light District, adalah satu area di Amsterdam yang menggunakan lampu merah, disini memang prostitusi dilegalkan, mereka menjual jasa mereka dan harus menyalakan lampu merah tersebut, sejumlah toko-toko seks juga bisnis yang berhubungan dengan seks lainnya berpusat disini. Kita bebas untuk datang dan melihat-lihat di area ini. 

Zaandam

Sekarang kita kedaerah Zaandam yuk, 
Zandaam adalah sebuah kota di Belanda, tidak jauh dari pusat kota Amsterdam hanya sekitar 12menit naik kereta, setelah keluar dari statiun keretanya, saya mendapati kota itu sangat lucu dan menarik, di dominasi oleh warna hijau, saya merasa seperti berada di dalam mainan Lego, bangunan nya kotak dan kerucut serta mengambil bentuk dari arsitektur tradisional Belanda,sangat unik untuk difoto dan selain itu kita bisa berbelanja, banyak toko-toko dan restoran ditempat ini. 

 

Zaanse Schans

Tidak jauh dari Zaandam ada tempat yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi bernama Zaanse Schans. 
 
Zaanse Schans adalah sebuah kawasan yang masih termasuk dalam wilayah Zaandam, letaknya ditepi sungai Zaan, menjadi tempat wisata yang terkenal di Belanda. Kita dapat melihat rumah-rumah tradisional dan 8 buah kincir angin kuno yang sampai saat ini masih berfungsi.
 
Rumah-rumah mungil yang ada disini masih berpenghuni, pemandangan khas desa yang nyaman dan tentram disini sangatlah fotogenik. Saya melihat banyak domba yang sedang merumput, suasana yang berbeda dengan kehidupan di kota besar.
 
Untuk masuk ke kawasan Zaanse Schans tidak dikenakan biaya, caranya mudah, naik kereta, dari Amsterdam Central hanya 18menit menuju stasiun Koog Zaandjick dari sana saya harus berjalan kaki sedikit, sekitar 15menit, tidak perlu takut nyasar karena begitu keluar stasiun ada denah besar yang menunjukan daerah sekitar Zaanse Schans, selain itu petunjuk arahnya juga jelas.
 
 

Giethoorn

Rute terakhir saya di Belanda adalah mengunjungi Giethoorn, Giethoorn ialah sebuah desa di Belanda yang sering disebut sebagai 'The Venice of the North' karena lokasinya yang dikelilingi oleh kanal-kanal dan hanya bisa dilalui oleh perahu layaknya Venice.  Suasananya damai namun indah dalam kesederhanaan, rumah-rumah mungil khas pedesaan Belanda menjadi pemandangan yang menarik untuk dilihat. 
 
Disini banyak ditawarkan tour perahu untuk mengelilingi Giethoorn seharga €6-10 perorg atau kita dapat me nyewa perahu dan menyetirnya sendiri, selain itu bisa juga menyewa sepeda untuk berkeliling.
 
Kalian harus menyisihkan waktu satu hari penuh jika ingin datang ke tempat ini. Karena jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Saya memerlukan waktu sekitar 3 jam setengah untuk bisa sampai kesini. Dengan 3 kali berganti kereta dan satu kali naik bus akhirnya saya bisa sampai disini, supaya tidak nyasar jangan lupa bertanya di bagian informasi di stasiun, sebab jam-jam kereta untuk menuju kesini berbeda-beda.