Istria, Croatia

Di musim semi 2017 ini tepatnya bulan April, saya  berkesempatan untuk bekerja sama dengan salah satu tourism di Kroasia, yakni Istria, mungkin belum banyak yang pernah mendengar nama Istria, saya pun baru tahu ketika mendapat undangan dari mereka.

 
Istria terletak di semenanjung terbesar di Laut Adriatik, dan berbagi dengan 2 negara lainnya, Slovenia dan Italy. Terkenal dengan anggur, minyak zaitun dan truffle nya (makanan sejenis jamur dengan harga fantastik)
 
Dari Jakarta saya menuju Zagreb ibukota Kroasia, perjalanan dengan pesawat terbang di tempuh kurang lebih sekitar 15 jam, belum termasuk transit.
Saya bersama beberapa teman dari luar Indonesia, kami ber4 adalah team pertama yang memenuhi undangan Istria untuk tahun ini. 
Setelah tiba di Zagreb, kami di jemput dan dibawa menuju Rovijn, pusat kota dari Istria, perjalanan memakan waktu 3 jam dari bandara. 

 

Rovijn

Rovijn adalah pelabuhan nelayan Kroasia, terkenal dengan kota tuanya yang berdiri diatas tanjung, bangunan-bangunannya penuh sesak di pinggir laut. Disepanjang garis pantai yang membiru dipenuhi dengan hotel-hotel bagus dan restaurant, pantainya berbatu memiliki air yang sangat jernih, sangat populer dibanjiri turis dari Eropa pada musim panas.
 
Berkeliling disekitar kota tua dengan bangunan-bangunannya yang berwarna-warni mengingatkan saya pada kota-kota kecil di Italia. Ternyata Istria dulunya memang bagian dari Italia, kemudian direbut oleh Yugoslavia dan menjadi bagian dari Kroasia ketika Yugoslavia runtuh. Oleh karenanya hingga kini Istria menggunakan 2 bahasa, Itali dan Kroasia. 
 
Kemudian kami diajak menuju sebuah gereja di puncak bukit Rovijn. Gereja St. Euphemia, yang menaranya menjulang mendominasi cakrawala. Kita bisa naik keatas menaranya, dan melihat panorama indah kota Rovijn. 

Rovijn Riviera

Pusat kota Rovijn

Panorama dari menara lonceng gereja

Menara lonceng gereja

Brijuni Island

Keesokan hari, kita diajak menuju Brijuni Island, tempat ini sudah dinyatakan sebagai Taman Nasional pada tahun 1983. Diliputi padang rumput, taman dan hutan pohon ek dan laurel juga beberapa tanaman langka. Untuk menuju Brijuni kita harus menyebrang dengan kapal feri sekitar 20menit. Dan kita bisa berkeliling dengan kereta yang sudah menjadi fasilitas disana. 

Groznjan

Setelah makan siang kita diajak mengunjungi sebuah desa bernama Groznjan, kotanya berada dipuncak bukit yang jaman dahulunya merupakan benteng penting bagi Venesia 

Umag

Sore hari kita dibawa ke Umag untuk melihat matahari terbenam. Umag yang artinya permata kecil yang tersembunyi ini terletak paling barat Kroasia dan berbatasan dengan Slovenia. Kota ini memiliki beberapa pantai kerikil yang terpencil dan indah.

 

Umag

Pula

Di hari ke4 kita mengunjungi kota Pula, kota ini menonjol karena kekayaan arsitektur berupa amfiteater Romawi yang terawat dengan baik berada di jantung kota dan mendominasi jalan-jalan.

Kumanjak

Ke sebelah selatan Pula, di sepanjang garis pantai yang menjorok, terdapat taman alam yang luar biasa indah yaitu tanjung Kamenjak memiliki pemandangan yang spektakular dengan airnya yang biru dan jernih.
 
Karena Istria terletak di semenanjung laut sehingga makanan terbaik disini adalah hidangan lautnya, Seafood terbaik bisa didapat disini.

Draguc

Seusai menyantap hidangan laut yang lezat, perjalanan pun dilanjutkan menuju sebuah desa kecil Draguc yang letaknya diantah berantah terjepit dipunggung bukit. Banyak film Hollywood yang difilmkan disini.

 

Draguc

Vrsar

Keesokan hari kita berpiindah kedaerah yang jauh dari keramaian di kelilingi hutan pinus, lembah subur dan bukit-bukit kebun anggur. Dalam perjalanan menuju pedalaman Istria ini kita mampir di beberapa tempat, salah satunya adalah kota Vrsar, kota kecil nelayan ini adalah kota turis yang sangat cantik dan menarik, memiliki marina dan kota tua yang indah. Terletak di bukit dan menawarkan panorama yang menabjubkan.

Porec

Tidak jauh dari Vrsar, ada sebuah kota bernama Porec, tempat yang banyak diburu para turis untuk berlibur saat musim panas, akamodasi tersedia lengkap dari hotel atau apartment, restoran hingga klub malam. Di kota tuanya terdapat peninggalan bersejarah, kompleks Basilika Euphrasied abad ke-6 terkenal dengan mosaik Bizantium bertabur permata.

Motovun

Sore haripun kami tiba ditempat tujuan, Motovun, desa dipuncak bukit ini sangat indah dan menarik, seringkali dibanding-bandingkan dengan Tuscany. Daerah ini sangat terkenal di kalangan foodies, karena hutan di sekelilingnya dipenuhi dengan truffle hitam dan putih.

 

Buzet, Traffle Hunting

Cerita tentang truffle kami mendapat pengalaman yang tak terlupakan, dipagi hari kita berburu truffle dengan anjing terlatih dan dari hasil hunting itu truffle nya langsung dimasak dan disantap bersama. 
 
Setelah itu perjalanan pun dilanjutkan menuju Buzet, kota kecil nan romantik ini menghadap ke sungai Mirna. Buzet dulunya juga bagian dari kekaisaran Venesia dan memberi pengingat yang menarik pada zamannya sebagai koloni Venesia. 

 

Buzet menghadap sungai Mirna

Hari terakhir saya nikmati dengan bersantai di hotel dan menikmati suasana sekitar tempat saya menginap di Motovun, Hotel Kastel Motovun namanya, dari hotel ini saya harus menuju ke Zagreb untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan yang lumayan panjang namun sangat menyenangkan, karena saya membawa pengalaman yang menarik dan tidak terlupakan.
 
Buat teman-teman yang berencana kesini, harus sewa mobil dan setir sendiri yah, bisa dengan supirnya tapi pasti harganya jauh lebih mahal, karena disini belum ada kereta MRT dan kendaraan umum pun agak susah. Jangan kuatir karena lalu lintasnya tidak ramai, bisa dibilang sepi sekali. 
 
Mudah-mudahan pengalaman saya bisa bermanfaat yah buat kalian, terima kasih. 

 

Sveti Lovrec

Pemandangan dari Motovun

Matahari terbenam dari Motovun

Draguc